PENGANTAR SOSIOLOGI (1)

MEMAHAMI SOSIOLOGI

Sosiologi mengkaji kehidupan masyarakat manusia beserta dengan segala dampaknya terhadap lingkungan. Baik itu lingkup masyarakat manusia dalam lingkup lecil/mikro (; keluarga) maupun dalam lingkup besar/makro (: Negara, dunia).

 

SUMBER SITILAH

Istilah sosiologi merupakan gabungan dari dua kata “socius” (bahasa latin), berarti teman atau kawan   dan Logios (Greek) berarti kata atau bicara.  Secara harfiah sosiologi berarti pembicaraan mengenai masyarakat.

 

SEJARAH RINGKAS

Sosiologi merupakan studi sistematis mengenai masyarakat manusia. Auguste Comte (1798-1857) pengarang buku     “ The course of positive  philosophy”  (1839-1842     ) membagi sosiologi menjadi dua bagian, yaitu sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Sosiologi  mempelajari semua bentuk hubungan social dalam masyarakat. Hubungan social tersebut bisa terkait dengan dimensi budaya, ekonomi, politik, sejarah dan psikologi masyarakat. Sosiologi memliki manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam awal kelahirannya, sosiologi dihadapkan pada tantangan untuk bisa menjawab pesoalan-persoalan yang muncul dalam masyarakat, yaitu : 1. Perubahan social dan factor yang dapat menjaga masyarakat untuk merajut kebersamaan meskipun di tengah arus perubahan.  2. Keragaman serta pertanyaan mengenai kesamaan dan perbedaan antara warga masyarakat; 3. Ketegangan /pertentangan antara penjelasan ilmiah mengenai kehidupan sosial di satu sisi dan disisi lain adalah tradisi, akal sehat dan opini public .

Menurut George Ritzer kekuatan yang mendorong lahir sosiolgi adlah :

  1. Revolusi politik (Perncis)
  2. Revolusi industry (inggeris) dan muncul kapitalisme
  3. Muncul sosioalisme
  4. Urbanisasi
  5. Perubahan keagamaan
  6. Pertumbuhan ilmu pengetahuan

Menurut Layendecker :

  1. Tumbuh kapitalisme  akhir abad XV
  2. Perubahan bidang social-politik
  3. Perubahan berkenaan dnegan Martin Luther
  4. Individuaisme meningkat
  5. Lahir ilmu pengetahuan modern
  6. Berkembang kepercayaan kepada diri sendiri.

Pengetahuan bisa dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pengetahuan dan ilmu pengetahuan  (ilmiah). Pengetahuan diperoleh melalui tradisi, akal sehat, media atau pengalaman pribadi. Sedangkan ilmu pengetahuan diperleh melaui metode ilmiah.

Berdasarkan data yang digunakan, metode  penelitian  yang digunakan dalam sosiologi ada dua macam ; kuantitaif dan kualitatif.

Dilihat dari cara kerjanya, metode peelitian dalam sosisologi dibedakan menjadi : metode eksperimen, metoe survey/sigi, observasi partisipatif dan metode analisis sekunder.

Ada tiga pandangan yang berbeda mengenai pokok persoalan yang seharusnya dipeljari dalam sosiologi, meliputi : paradigma fakta social, defenisi social, perilaku social.  Saat ini ada kecenderungan ke arah keterpaduan ketiga paradigma tersebut.

Empat tingkat realitas social yang jadi pusat kajian sosisologi:

  1. Makro objektif
  2. Makro subjektif
  3. Mikro objektif
  4. Mikro subjektif

Makrokospik :

Makro-objektif : masyarakat hukum, birokrai, arsitektur, teknologi dan bahasa

Makro-subjektif : budaya, norma dan nilai

Mikrokospik :

Mikro-objektif : pola tingkah laku, tindakan dan iteraksi social

Mikro-subjektif : berbagai konstruksi sosial tentang realitas. 

 

HUBUNGANNYA

Paradigma fakta social : makro objektif dn makro subjektif

Paradigma  defenisi  social : mikro subjektif dan sebagian  mikro objektif (terutama yang terkait dengan proses mental).

Paradigma perilaku social : mikro objektif (khusus; tingkah laku sebagi hasil stimulus dari luar si pelaku). 

Konsep adalah symbol yang digunakan untuk memaknai realita social tertentu.

 

TEORI SOSIOLOGI

Teori  adalah pernyataan yang bertujuan menjelaskan masalah, tindakan atau perilaku masyarakat.

Ada 3 teori utama dalam sosiologi  yang berusaha menjelaskan realitas social :

  1. Structural fungsional (Structural –functional)
  2. Konflik social (social conflict)
  3. Interaksionisme simbolik       (  symbolic Interaction). Yang lain adalah spesialisasi dan perluasan dari yang tiga

itu.

Muncul perhatian sosiologi terhadap persoalan lingkungan tak lepas dari kesasdaran bahwa mutu hidup masyarakat pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dimana masyarakat itu berada; dan sebaliknya, mutu lingkungan sangat dipengaruhi oleh pola kehidupan masyarakat.

Beberapa maslah lingkungan hidup yang muncul sebagai dampak dari pola lkeidupan masyarakat antara lain :

–         Laju pertumbuhan penduduk

–         Masalah air

–         Pencemaran udara

–         Berkurang alam bebas

–         Berkurang keaneka ragaman hayati

–         Pemanasan global

–         Menipisnya Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Budaya keberlanjutan  ekologis adalah cara hidup yang berusaha memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa membahayakan kelangsungan kehidupan generasi mendatang.

Budaya itu memiliki 3 strategi:

 1. Konsevasi sumber daya terbatas

 2. memperkecil pemborosan

 3. mengontrol pertumbuhan   

     penduduk 

 

Strategi budaya keberlanjutan ekologids diimbangi dengan perubhan nyata dalam diri tiap-tiap individu. Setiap  warga masyarakat perlu mengubah cara pandang dari cara hidup egosentrik (egocentric) ke arah cara hidup ekosentrik (ecocentric)

 

 

POKOK BAHASAN SOSIOLOGI

  1. Fakta sosial : Pola atau system yang memmpengaruhi cara mausia bertindak, berfikir dan merasa.
  2. Tindakan Sosial : Tindakan yang berorintasi pada dan ditujukan kepada orang lain
  3. 3.    Khayalan sosiologis : memahami apa yang terjadi dalam masyarakat dengan public issue dan personal trouble.
  4. 4.    Realitas social : Sebuah bentukan yangbterjadi karena proses social. HArus mampu melihat tembus dan meligat dibalik dalam rangka memahami fenomena yang ada.

 

MANFAATSOSIOLOGI       (MACIONIS : 1997)

  1. Sudut  pandang sosiologi menantang pemahaman yang lazim mengenai diri kita sendiri dan pihak lain. Dengan berfikir sosiologis kita bisa mengetahui bahwa gagasan-gagasan yang selama ini kita terima  sebagai kebanaran beloh jadi belum tentu benar.
  2. SUdut pandang sosiologis memampukan kita untuk menilai peluang-peluang dan hambatan-hambatan yang ada dalam kehidupan kita. Membantu kita memahami proses yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat. Kita bisa menempatkan diri lebih tepat dan mencapai tujuan dengan lebih efektif.
  3. Membantu kita menjadi partisipan yang aktif dalam masyarakat. Dengan memahami proses dalam masyrakat kita akankebih mampu berpartisipasi mengubah masyarakat.
  4. Membantu menghargai perbedaan umat manusia dan menyiapkan kita dalam menghadapi tantangan hidup dalam dunia yang plural. MEmmapukan kita berfikir kritis mengenai kekuatan dan kelemahan berbagai cara hidup  masayarakat, juga hidup kita sendiri.

 

PERAN SOSIOLOG

  1. Ahli riset (melakukan peneitian social, guna  memberi sumbangan pemikiran dan kritik  akan kebijakan  yang telah, sedang dan akan diambil).
  2. Teknisi. Terlibat dalam perencanaan dan pelaksanakan kegiatan masyarakat
  3. Guru  atau pendidik (transformasi ilmu sosilogi)
  4. Konsultan kebijakan . Memberi sumbang saran dan pemikiran akan setiap kebijakan yang diambil.

 

KONSEP-KONSEP PENTING DALAM  SOSIOLOGI

  1. Masyarakat : Socius (latin), Society (Ing), Syaroka , musayarrak(Arab) : Sekelompok individu yang memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya serta lembaga yang khas; sekelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan bersama. Sekelompok indivdiu hidup bersama dan realatif lama dalam suatu wilayah tertentu dan menghasilkan kaidah sebagai hail interaksi yang menjadi pedoan dalam perilaku bersama.
  2. Kebudayaan : Keseluruhan  hasil belajar brupa perilaku yang dapat diwariskan secara social, yang meliputi  gagasan-gagasan, nilai-nilai, kebiasaan dan benda kebudayaan  milik kelompok atau masyarakat . Karsa, karya dan cipta.
  3. Nilai Sosial : Gagasan kolektif tentang apa yang dianggap baik, penting, diinginkan, dianggap layak, sekaligus tentang yang tidak baik, penting, tak diinginkan dan tidak layak dalam sebuah masyarakat.
  4.  Norma Sosial : ukuran ideal perilaku manusia  yang memberikan batas-batas  bagi anggota masyarakat dalam mencapai tujuan hidupnya.
  5. Interaksi social : Proses hubungan antara dua pihak  yang ditandai oleh adanya aksi yang dijawab dengan reaksi.
  6. Sosialisasi : Proses dengan mana  seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.
  7. Perilaku menyimpang : Perilaku sseorang/kelompok orang yang dianggap melanggar standar perilaku atau  norma-norma yang berlaku dalam sebuah kelompok/masyarakat atau dianggap tidak menyesuaikan diri dengn kehendak umum masyarakat/kemlompok .
  8. Struktur Sosial  : Pola hubungan, kedudukan, jumlah orang yang memberikan kerangka bagi organisasi manusia, baik dalam kelompok kecil mapun keseluruhan masyarakat.
  9. Konflik Sosial : Proses social ketika orang-perorangan atau kelompok manusia berusaha utnuk memenuhi apa yang menjadi tujuannya dengan jalan menentang  pihak lain yang disertai  dengan ancaman dan/atau  kekerasan.
  10. Mobiitas social : Gerakan berpindah orang-perorang  dan kelompok melalui  melaluli ruang social dari satu kelas ke keals social lainnya.

11. Kelompok Sosial : Dua atau lebih orang yang memelihara pola hubungan yang stabil/tetap selama rentang waktu tertentu.

  1. Perubahan social:    perub ahan siginifikan yang terjadi sepanjang waktu dalam bentuk perilaku dan budaya, termasuk nilai-nilai dan norma-norma.
  2. Lemabag social :    Suatu system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi keompleks-kompleks kebutuhan khsusus dalam kehidupan masyarakat

 

  1. Penelaitian Sosial : Upaya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang berkenaan denagn fenomena social atau kemasyarakatan berdasarkan cara kerja logiko-empiris.

 

  1. Status : Posisi atau kedudukan social seseorang

 

  1. Peran : Harapan terhadap status yang diduduki oleh seseorang.

 

  1. Akokomodasi : (a)Keseimbangan interaksi antarindividu  atau antar kelompok yang berkaitan dengan nilai/norma yang berlaku (=akomodasi sebagai suatu keadaan).  (b) usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan untuk tercapainya suatu keseimbangan ( akomodasi sebagai proses).

 

  1.  Assimiliasi ; Usaha untuk mengurangi perbedaan  antar individu atau kelompok guna memcapai suatun kesepakatan berdasarkan kepentingan  dan tujuan bersama  dengan cara menyatupadukan prinsip dan budaya.

 

Referensi :

  1. Susvi Tantoro 2012
  2. F.H. Damanik 2010
  3. Kun Maryati & Juju Suryawati 2007
  4. Saptono & Bambang Suteng,S. 2007
  5. Waskito, M.Hum. 2006
  6. D. P Johnson. 1990

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: